Yamaha

Taman Wisata Karang Resik, Liburan Mancanegara Tanpa Perlu Keluar Negeri

  Kamis, 10 Juni 2021   Handy Dannu Wijaya
Wisatawan Berlibur di Taman Wisata Karang Resik Tasikmalaya

AyoTasik.com - Siapa yang tidak tahu wisata Karang Resik di Tasikmalaya ? Selain terkenal sebagai pusat kegiatan keagamaan di Jawa Barat, kota Tasikmalaya juga punya banyak objek wisata yang patut dikunjungi untuk mengisi liburan. Sebuah taman wisata yang pernah menjadi saksi perjuangan bangsa indonesia untuk menghadang penjajah. Kini, Karang Resik telah lahir kembali dengan beragam konsep wisata yang memanjakan mata.

Taman wisata Karang Resik adalah sebuah area wisata yang dikelola langsung oleh pemerintah kota Tasikmalaya. Di area seluas 32 hektar ini, pengunjung dapat mencoba berbagai macam wahana yang telah disediakan, dimana wahana-wahana itu memiliki konsep dan tema uniknya masing-masing. Mulai dari wisata alam, edukasi budaya, atraksi hiburan hingga agrowisata.

Baru-baru ini pengelola taman wisata Karang Resik bahkan sudah membangun lima buah wahana baru bagi para pengunjung yang ingin merasakan suasana luar negeri. Lima buah wahana itu adalah Jeju Park (Korea), Nagoya Hills (Jepang), The Delhi (India), Volendam (Belanda) dan Santorini (Yunani). Kelima wahana tersebut juga dilengkapi dengan ikon khas dari masing-masing tempat, seperti Gyeongbokgung Gate khas Korea, 55 Gerbang Tori khas Jepang, Patung Hand Dance khas India, Kincir Angin khas Belanda dan Perkampungan Santorini khas Yunani.

Karang resik di tasikmalaya

Pembangunan taman wisata Karang Resik ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah akan kondisi masyarakat yang mulai jenuh akan pandemi covid19. Pengelola sadar kalau masyarakat  yang sudah lama menjalani lockdown di rumah mengalami kesulitan untuk jalan-jalan ke luar negeri, bahkan untuk sekedar keluar kota. Karena itu wahana ini hadir dengan tema yang memberikan pengalaman seolah-olah pengunjung dapat berkeliling ke negara-negara di Asia dan Eropa. Selain itu, wahana-wahana baru ini juga dibuat sedetail mungkin sehingga mirip dengan lokasi asalnya, agar memberikan kesempatan bagi orang-orang yang belum pernah keluar negeri untuk dapat merasakan sensasi serupa.

Selain wahana-wahana yang telah dijelaskan diatas, taman wisata ini juga menyajikan banyak pilihan wisata lain yang dapat pengunjung nikmati. Mulai dari Rumah Hobbit, Taman Bunga, Tanaman Air, The Lodge Maribaya sampai wahana seperti Flying Fox maupun Arum Jeram. Perlu diingat kalau setiap wahana memiliki tiket yang berbeda dengan tiket yang digunakan sebagai karcis masuk.

Kekayaan budaya yang ada di taman wisata ini juga ditunjukan dengan adanya bangunan pendopo yang dibangun dengan bahan bambu sebagai ciri khas budaya Sunda. Pengunjung juga dapat berwisata kuliner dan melakukan swafoto di banyak area yang sudah disediakan. Kedepannya pengelolaan berencana untuk membangun hotel atau penginapan sehingga para pengunjung dapat menikmati taman wisata ini lebih lama.

Untuk dapat menikmati wahana-wahana ini, pengujung hanya perlu menyiapkan uang sebesar Rp. 35.000 untuk tiket masuk. Tawan wisata yang buka dari pukul 9 pagi hingga 4 sore ini dapat pengunjung datangi di jl. Mohammad Hatta, Sukamanah, Kec. Cipedes, Tasikmalaya. Tidak terlalu jauh dari pusat kota Tasikmalaya, hanya berjarak 5 km atau kurang dari 20 menit jika menggunakan mobil pribadi

Saksi dari sikap heroik masyarakat Tasikmalaya

Agresi Militer Belanda di Karang Resik Tasikmalaya (Sumber : Arsip Indonesia)

Selain sebagai taman wisata, Karang Resik juga dikenal sebagai tempat bersejarah terutama bagi masyarakat Tasikmalaya. Ketika agresi militer pertama terjadi, Karang Resik menjadi jalan utama bagi tentara Belanda untuk masuk ke daerah Tasikmalaya. Para pejuang yang ingin mempertahankan kemerdekaan tidak tinggal diam, mereka menghadang para tentara Belanda. Pertempuran yang terjadi ketika dua pihak ini bertemu berlangsung selama dua hari dengan kemenangan ada dipihak pejuang.

Pihak Belanda yang kalah lalu mengirimkan pesawat pengebom untuk mengevakuasi tentara mereka yang tersisa. Untuk mematenkan kemenangan, para pejuang lalu membakar jembatan Karang Resik agar para penjajah tidak bisa masuk  ke Tasikmalaya. Kemenangan para pejuang ini diabadikan menjadi tugu monumen yang dapat dikunjungi di taman wisata Karang Resik. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar