Yamaha

Sekolah Kembali Tatap Muka, Pedagang Jajanan Anak Bersyukur

  Kamis, 10 Juni 2021   Heru Rukanda
Sejumlah gerobak para pedagang jajanan anak-anak berjejer di depan SD Negeri Pengadilan di Jalan Taruma Nagara Kota Tasikmalaya seiring dengan kembali dibukanya sekolah untuk pembelajaran tatap muka, Kamis, 10 Juni 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TAWANG, AYOTASIK.COM -- Sejumlah sekolah di Kota Tasikmalaya mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan menerapkan protokol kesehatan. Dengan kembali dibukanya sekolah untuk PTM, tidak hanya disambut baik para orang tua siswa.

Namun, para pedagang jajanan anak-anak yang biasa mangkal di depan sekolah pun menyambut baik dengan kembali dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM). Mereka bersyukur bisa kembali berjualan di depan sekolah lantaran tak harus cape keliling mendorong gerobak.

Salah seorang pedagang anak-anak di depan SD Negeri Pengadilan, Jalan Tarumanagara, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Rahmat (31) mengatakan, ia sangat bersyukur bisa kembali mengkal berjualan di depan sekolah karena memang yang dijualnya merupakan jajanan yang digemari anak-anak.

"Alhamdulillah, sekolah sudah masuk lagi dan berjualan di depan sekolah tanpa harus keliling," ujar Rahmat, Kamis, 10 Juni 2021.

Ia mengaku lebih kurang 10 tahun berjualan di depan SD Negeri Pengadilan. Kendati saat ini siswa yang masuk sekolah hanya sebagian, tapi ia merasa bersyukur bisa kembali jualan di depan sekolah.

"Saya jualan cimol sama otak-otak. Ya namanya juga dagang kang, kadang habis langsung di tempat mangkal kadang tidak. Kalau belum habis dagangan saya keliling sambil pulang," ucapnya.

Ia menuturkan, selama pandemi Covid-19 dan sekolah ditutup, ia berjualan dengan keliling di sekitar taman kota dan alun-alun. "Mudah-mudahan sekolah tatap muka kembali normal," harapnya.

Kembali dibukanya pembelajaran tatap muka di sekolah juga disyukuri Acep (48) warga Cikoneng, Kabupaten Ciamis yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di depan SD Negeri Pengadilan Kota Tasikmalaya.

"Alhamdulillah sekolah dibuka lagi. Ada pemasukan lagi meski belum normal dari parkir kendaraan orang tua siswa yang menjemput anak-anaknya," ujar, Acep.

Ia menuturkan, selama sekolah diliburkan dirinya tidak bekerja menjadi juru parkir di depan sekolah. Ia mengaku kerja serabutan untuk menyambung hidup keluarganya."Ya serabutan saja di rumah. Yang penting ada buat makan. Alhamdulillah sekarang bisa kerja lagi jadi juru parkir," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar