Yamaha

Awas, Jangan Coba Ngeprank Layanan Hotline 110 Karena Bisa Dipidana

  Jumat, 11 Juni 2021   Heru Rukanda
Ruang layanan call center 110 Polres Tasikmalaya Kota, Jumat, 11 Juni 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

BUNGUSARI, AYOTASIK.COM -- Untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat, Polres Tasikmalaya Kota kini memiliki layanan hotline atau call center 110 yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk menyampaikan laporan atau pangaduan.

Layanan Hotline 110 atau call center 110 merupakan nomor bantuan polisi implementasi dari program Kapolri yakni presisi (prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan) yang sudah diresmikan beberapa waktu lalu di Mabes Polri.

Paur Humas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Jajang Kurniawan mengatakan, cara kerja dari call center 110 adalah menerima telepon dari masyarakat yang membutuhkan pelayanan kepolisian. Ia mencontohkan, seandainya ada penelepon masuk ke 110 akan diterima oleh operator. Nomor telepon dan lokasi si penelepon akan muncul dimonitor gps sehingga laporan tersebut bisa langsung diteruskan ke petugas yang berada dekat tempat kejadian perkara (TKP).

“Setiap hari ada 2 orang operator yang siaga selama 24 jam. Ketika ada telepon masuk, operator akan menanyakan nama, alamat, dan laporannya, kemudian diteruskan ke petugas terdekat melalui radio telekomunikasi.  Lokasi si penelepon nantinya akan terhubung dengan gps mobil patroli polisi yang paling dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP),” ujar Jajang, Jumat, 11 Juni 2021.

Ia menuturkan, layanan hotline call center 110 tersebut gratis untuk semua provider, artinya penelepon tidak akan dikenai biaya sepeser pun atau kehilangan pulsa. “Jadi silahkan kepada masyarakat bisa melaporkan apapun seperti ada kecelakaan lalu lintas, tindak pidana, dan aksi kriminal lainnya yang memang meresah atau pengaduan apapun,” ucapnya.

Jajang menambahkan, sejauh ini call center 110 sudah berjalan dan melayani setiap laporan masyarakat. Namun, ia menyesalkan masih ada saja orang yang menggunakan call center sebagai bahan mainan atau prank.

“Banyak juga yang ngeprank, anak-anak malah. Bahkan sehari itu pernah ada yang ngeprank 4 sampai 5 penelepon. Lokasi si penelepon ada yang di Taman Kota dan tempat lainnya,” kata dia.

Kendati demikian, ia merasa senang juga karena nomor call center 110 diketahui juga oleh kalangan anak-anak. Untuk penerapan sanksi kepada para penelepon yang ngeprank atau main-main memang belum diberikan. Namun, apabila sudah keterlaluan tidak menutup kemungkinan akan diberi sanksi pidana untuk memberi efek jera, karena layanan hotline 110 ini bukan arena untuk main-main.

“Ke depannya yang ngeprank mungkin akan kami tindak karena nomor telepon dan lokasinya sudah diketahui,” tegasnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar