Yamaha

Jenazah Bocah SMP Tersambar Petir Diantar Teman-Teman Sebaya ke Pembaringan Terakhir

  Jumat, 11 Juni 2021   Heru Rukanda
Iring-iringan mobil ambulas yang membawa jenazah bocah SMP berinisal MR (15) yang meninggal tersambar petir saat latihan sepak bola dimakamkan di TPU milik warga di wilayah Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, 11 Juni 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

MANGKUBUMI, AYOTASIK.COM -- MR (15) salah seorang bocah SMP yang meninggal tersambar petir saat latihan sepak bola diĀ  lapangan Gunung Kialir, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, sekira pukul 21.30 WIB langsung dimakamkan pihak keluarga bersama warga, Jumat, 11 Juni 2021.

Korban dimakamkan di tempat pemakaman umum milik warga di wilayah Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Seusai disalatkan, jenazah korban kemudian dimasukan ke mobil ambulans untuk segera dimakamkan. Nampak iring-iringan ambulans yang membawa jenazah MR dibarengi kendaraan peziarah mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir.

Salah seorang warga satu kampung dengan korban, Lalan mengatakan, malam ini jenazah MR langsung dimakamkan pihak keluarga bersama warga. Korban yang masih siswa SMP tersebut memang gemar bermain sepak bola. Setiap latihan selalu diantar dan ditunggu oleh ayahnya.

"Kabarnya tersambar petir saat latihan bola. Jenazahnya tadi sebelum magrib tiba di rumah dan malam ini dimakamkan," ujar Lalan.

Sebelumnya, 2 bocah SMP berinisal MZ (15) dan MR (14) warga Kecamatan Cihideung dan Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, meninggal setelah tersambar petir saat latihan sepak bola di lapangan bola Gunung Kialir, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jumat, 11 Juni 2021.

Ke 2 korban meninggal di lokasi kejadian sesuai tersambar petir sekira pukul 16.00 WIB saat turun hujan.

Menurut saksi di lokasi kejadian, Lili mengatakan, saat kejadian hujan tidak terlalu besar dan cuma sebentar. "Pas turun hujan langsung ada petir. Yang kena petir 2 orang. Langsung meninggal dua-dua nya di lokasi," ujar Lili.

Ia menuturkan, ke 2 korban sedang latihan sepak bola bersama teman-temannya dan langsung terjatuh setelah tersambar petir. "Kondisinya tidak apa-apa tidak ada luka," ucapnya.

Sementara itu, pelatih sekolah sepak bola (SSB) Putra Junior, Nanang Mulyana mengatakan, kegiatan sepak bola yang diikuti oleh anak asuhnya merupakan latihan rutin.

"Latihan rutin saja. Tadi hujan sebentar. Pas turun hujan langsung kejadian," ujar Nanang, Jumat, 11 Juni 2021.

Ia menuturkan, biasanya saat latihan kalau sudah turun gerimis juga sudah istirahat. Namun, saat turun hujan langsung ada petir dan berlangsung sangat singkat. Korban terjatuh dan hilang kesadaran dan tidak ada respon. Korban langsung dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal.

"Kejadian sekira jam 4 sore. Setelah kesambar petir langsung jatuh gak sadar. Kayaknya meninggal di lokasi karena memang sudah tidak ada respon baru dipastikan di rumah sakit," ucapnya.

Pantauan Ayotasik.com di rumah duka, banyak teman-teman sebaya korban dan warga berdatangan untuk menyampaikan bela sungkawa. Rencananya, jenazah korban langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum milik warga.

"Nanti per RW itu kokarnya 10 orang. Kalau ada 800 RW dan 1.600 RT di kita, target untuk pembentukan kokar tersebut Insya Allah bisa tuntas tahun ini," kata dia.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar