Memahami Makna Hari Tasyrik: 3 Hari setelah Iduladha

  Kamis, 22 Juli 2021   Redaksi AyoBandung.Com
Memahami Hari Tasyrik. Makan dan zikir bersanding. (istimewa)

BANDUNG, AYOTASIK.COM — Hari Tasyrik adalah rangkaian hari raya umat Islam setelah hari raya Iduladha. Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah. Pada tahun ini, Kemenag mentapkan Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 21, 22, dan 23, Juli 2021.

Menurut ajaran Islam, Hari Tasyrik merupakan hari berzikir dan dianjurkan untuk menikmati minuman dan makanan sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. Hari Tasyrik juga merupakan hari penuh keberkahan ketika umat Muslim dapat menunaikan ibadah haji dan melempar jumrah.

Pada hari-hari tersebut, umat Islam dilarang melaksanakan ibadah puasa. Dilansir dari NU Online, Allah Swt. berfirman  (Q.S. Al-Baqarah :203): “Berzikirlah (dengan menyebut) Allah di hari-hari yang terbilang.” Kalimat ‘hari-hari yang terbilang’ (al-ayyâm al-ma’dûdât) adalah hari Tasyrik, Menurut Ibnu Abbas (Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Adhîm, juz 1, hlm 203). Ayat di atas menunjukkan berzikir merupakan ibadah yang sangat dianjurkan di Hari Tasyrik.

Di samping hadis Rasul yang mengatakan: “Ayyâm al-tasyrîq ayyâm al-tha’am wa al-dzikrhari Tasyrik adalah hari makan dan berdzikir.”

Dua sisi terwujud dalam diri manusia pada Hari Tasyrik, makan yang bersifat kebutuhan jasmani disandingkan zikir yang bersifat rohani. Jika dilihat dari proses penciptaanya, bahan dasar manusia adalah tanah yang identik dengan kotor, rendah dan lembek. Kemudian bercampur dengan ruh Tuhan yang luhur. Pertemuan dua unsur yang berbeda ini membentuk manusia yang tidak hanya mewarisi kebaikan-kebaikan, karena Sang Pencipta juga menyisipkan kerendahan tanah.

Di Hari Tasyrik, kita dianjurkan untuk memuaskan unsur tanah seperti (fisik/daging) dan juga menyeimbangkannya dengan berzikir. Keseimbangan keduanya sangat dibutuhkan dalam menjalani kehidupan. 

Hari Tasyrik (Ayyâm al-Tasyrîq) dimaknai juga sebagai hari pengingat. Kita perlu lebih mengingat nikmat ke hadirat Allah dengan senantiasa disiplin dalam beribadah serta banyak bersyukur memohon ampun atas karunia-Nya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar