Generasi Muda Harus Waspada, Narkoba di Tasikmalaya Marajalela

- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 16:07 WIB
Puluhan pelajar perwakilan SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Tasikmalaya, guna mengikuti sosialisasi bahaya napza dan upaya pencegahannya. (Irpan Wahab Muslim)
Puluhan pelajar perwakilan SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Tasikmalaya, guna mengikuti sosialisasi bahaya napza dan upaya pencegahannya. (Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Kasus penangkapan lima orang pelaku penyalahgunaan narkotika jenis tembakau sintetis, ribuan pil hexymer, dan tramadol oleh jajaran Satnarkoba Polres Tasikmalaya beberapa waktu lalu merupakan sinyalemen bahwa Tasikmalaya darurat narkoba.

Terlebih beberapa bulan sebelumnya  Satnarkoba Polres Tasikmalaya juga berhasil mengamankan 13 remaja dan pemuda Tasikmalaya yang kedapatan menyalahgunakan narkoba berbagai jenis, seperti sabu-sabu, tembakau gorila, pil hexymer, dan obat-obatan psikotropika lainnya.

Hal itu memunculkan keprihatinan berbagai pihak. Salah satunya dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Tasikmalaya. "Ini harus menjadi perhatian semua pihak. Rata-rata usia pelaku itu adalah remaja dan mereka secara jujur menyasar kalangan remaja dalam peredaran barang haram tersebut," kata Ketua FKDM Kabupaten Tasikmalaya, Deden Nurul Hidayat, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Pihaknya, kata Deden, telah mengundang puluhan pelajar perwakilan SMA, SMK dan MA di Kabupaten Tasikmalaya, guna mengikuti sosialisasi bahaya napza dan upaya pencegahannya sekaligus deklarasi anti narkoba. "Kita minggu kemarin lakukan sosialisasi kepada pelajar tentang bahaya narkoba. Sebagai benteng generasi muda agar tidak terjerumus," ucap Deden.

Sementara itu, KBO Narkoba Polres Tasikmalaya, Ipda Caryadi mengatakan, selain di permukiman atau rumah kos dan tempat wisata, salah satu tempat atau lokasi rawan narkoba yang harus diantisipasi adalah sekolah atau kampus.

Menurut Caryadi, bahan atau zat baik secara alamiah maupun sintetis yaitu narkotika, psikotropika, dan zat adiktif atau bahan berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia tidak dengan aturan kesehatan, berpengaruh terhadap otak pada susunan pusat. Dan bila disalahgunakan bertentangan dengan ketentuan hukum.

“Maka dalam membantu upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, masyarakat mempunyai kesempatan seluas-luasnya untuk turut berperan serta. Hal itu sebagaimana Pasal 104 UU nomor 35 tahun 2009,” kata Caryadi.

Masyarakat juga wajib melaporkan kepada pejabat berwenang, apabila mengetahui adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dan pemerintah wajib menjamin keamanan serta perlindungan kepada pelapor. "Jadi harus bergerak bersama dalam upaya memerangi Narkoba ini. Bukan hanya tugas kepolisian saja, tetapi tugas semua orang," ucap Caryadi.

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

Harga Minyak dan Beras di Pasar Singaparna Naik

Senin, 30 Januari 2023 | 20:12 WIB

Bus Milik PO Budiman Terbakar, Ini Dugaan Penyebabnya

Sabtu, 28 Januari 2023 | 21:18 WIB

Yuk Lengkapi Usaha Dengan PIRT, Ini Manfaatnya

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:36 WIB
X