12 Warga Kota Tasikmalaya Meninggal Akibat DBD. Dinkes: Galakan 3M dan PSN

- Selasa, 9 November 2021 | 19:44 WIB
Nyamuk Aedes Aigepty, penyebab DBD. (Pixabay)
Nyamuk Aedes Aigepty, penyebab DBD. (Pixabay)



BUNGURSARI, AYOTASIK.COM - 
Sebanyak 12 warga Kota Tasikmalaya meninggal akibat terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sejak Januari 2021 hingga Selasa, 9 November 2021, penyakit DBD telah menjangkiti sedikitnya 625 warga Kota Tasikmalaya.

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat, di awal November 2021 ini, setidaknya ada 20 orang terkena penyakit DBD.

Baca Juga: Awas DBD Mengintai di Musim Hujan, Dinkes: Cegah dengan Gerakan 3M Plus

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra Hendriana mengatakan, secara angka kasus DBD di Kota berjuluk Kota Santri hingga awal November 2021 tahun ini jumlahnya menurun jika dibandingkan tahun 2020 lalu.

"Kalau tahun lalu kasus DBD  sampai September saja angkanya sudah 1.200 kasus. Tahun ini ada penurunan kasus," ujar Asep kepada wartawan, Selasa, 9 November 2021.

Baca Juga: DBD Jadi Ancaman Saat Pancaroba, Cegah Dengan Cara Ini

Menurutnya, dengan cuaca saat ini yang memasuki musim penghujan hujan, kasus DDB di 2021 kemungkinan masih akan bertambah.

"Saat ini pasien DBD yang masih dirawat di rumah sakit jumlah sekitar 11 orang," ucapnya.

Ia menuturkan, penyakit DBD jangan dianggap enteng karena bisa menyebabkankan kematian bagi si penderitanya. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk aides aigepty. Nyamuk tersebut biasanya lebih banyak berkembang biak di musim penghujan.

Biasanya, nyamuk ini hidup berkembangbiak di tempat-tempat penampungan air bersih. Aedes Aigepty bisa hidup di penampungan air seperti dispenser, penampungan air di belakang kulkas, dan tempat-tempat lainya yang memang tidak bersentuhan langsung dengan tanah.

Baca Juga: 7 Orang Meninggal Akibat DBD di Kota Tasik

Untuk mencegah penularan DBD, masyarakat harus berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan melakukan gerakan 3M, yakni menutup rapat tempat penyimpanan air, membersihkan tempat penyimpanan air secara berkala, dan mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

"Bersih-bersih lingkungan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kalau vektor penularnya kita berantas, bisa meminimalisir penularan DBD di lingkungannya masing-masing," kata dia.

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prakiraan Cuaca Tasikmalaya Hari Ini, Cerah Berawan

Senin, 25 September 2023 | 03:00 WIB

Jadwal Salat Tasikmalaya dan Keistimewaan Berjamaah

Senin, 25 September 2023 | 02:00 WIB

Prakiraan Cuaca Tasikmalaya Hari Ini, Cerah Berawan

Sabtu, 23 September 2023 | 03:00 WIB

Jadwal Salat Tasikmalaya dan Keistimewaan Berjamaah

Sabtu, 23 September 2023 | 02:00 WIB

Prakiraan Cuaca Tasikmalaya Hari Ini, Cerah Berawan

Jumat, 22 September 2023 | 03:00 WIB

Jadwal Salat Tasikmalaya dan Keistimewaan Berjamaah

Jumat, 22 September 2023 | 02:00 WIB

Prakiraan Cuaca Tasikmalaya Hari Ini, Cerah Berawan

Kamis, 21 September 2023 | 03:00 WIB
X