Peran Bupati Galuh Ciamis R.A.A. Kusumadiningrat Dalam Pembangunan Jembatan Cirahong

- Sabtu, 17 September 2022 | 14:42 WIB
Jembatan Cirahong. (instagram@dailytasik)
Jembatan Cirahong. (instagram@dailytasik)

MANONJAYA, AYOTASIK.COM – Siapa yang tidak mengenal jembatan Cirahong, jembatan yang berada di Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya ini memiliki fungsi ganda. Selain sebagai rel kereta api, jembatan Cirahong juga berfungsi sebagai arus lalu lintas kendaraan.

Jembatan Cirahong yang memiliki panjang 202 meter dengan ketinggian sekitar 66 meter ini merupakan  jembatan penghubung Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Ciamis. Dibawahnya, mengalir sungai Citanduy.

Model Jembatan Cirahong mirip dengan Jembatan Brooklyn di Amerika Serikat. Keduanya memiliki fungsi serupa. Bagian atas jembatan dipergunakan untuk jalur kereta api, sedangkan jalur di bawahnya dimanfaatkan buat lalu lintas kendaraan roda dua dan empat serta tempat lalu lalang para pejalan kaki.

Baca Juga: Hadapi Pemilu 2024, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Komitmen Siapkan SDM Berintegritas

Jembatan Cirahong dibangun tahun 1893 oleh perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, Staatspoorwegen. Jembatan Cirahong merupakan bagian dari pembangunan rel kereta api jalur selatan di Pulau Jawa oleh pemerintah kolonial Belanda.

Dari segi arsitektur, jembatan Cirahong memiliki keunikan. Konstruksinya berupa besi baja yang disusun bertingkat dengan rusuk pelat untuk menampung lalu lintas mobil, motor, sepeda hingga pejalan kaki di bagian bawah, serta rusuk kontinu untuk keperluan jalur kereta api reguler PT KAI Daop 2 Bandung di bagian atas. Jembatan kemudian diperkuat tahun 1934.

Kendaraan yang melintas umumnya angkutan pribadi. Karena lebar badan jembatan hanya cukup untuk satu mobil atau sekitar 2 meter, kendaraan yang melintas harus bergantian. Biasanya ada beberapa warga yang bertugas mengatur lalu lintas di kedua ujung pintu jembatan.

Baca Juga: Meski Hanya untuk Kereta Api, Jembatan Cirahong Diharapkan Dibuka Kembali untuk Motor dan Pejalan Kaki

Tahun 1954, struktur bangunan jembatan ditambahkan struktur setengah lingkaran di bagian bawahnya yang dipasang di antara tiang-tiang penyangganya. Hal tersebut seiring dengan kedatangan lokomotif diesel baru yang dimulai dari seri CC 200.

Halaman:

Editor: Irpan Wahab Muslim

Sumber: dbmtr.jabarprov.go.id

Tags

Terkini

X