Kejari Kabupaten Tasik Selidiki Dugaan Korupsi BPR CIJ, Modus SPK Fiktif

- Kamis, 22 September 2022 | 14:18 WIB
Kejari Kabupaten Tasikmalaya Selidiki Dugaan Kasus Korupsi BPR CIJ Dengan Modus SPK Fiktif (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)
Kejari Kabupaten Tasikmalaya Selidiki Dugaan Kasus Korupsi BPR CIJ Dengan Modus SPK Fiktif (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya tengah melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di BPR Cipatujah Jabar Persiroda (CIJ) yang menelan kerugian negara mencapai Rp 5 Miliar.

Baca Juga: Ratusan Ojol Serbu Polres Tasikmalaya, Ada Apa?

Dugaan korupsi itu, terjadi pada pemberian kredit dari PT BPR Cipatujah Jabar Persiroda (CIJ) kepada CV Parpekta Jaya, CV Malabar dan CV Tridisaindo dengan 48 pengajuan kredit dengan jaminan Surat Perintah Kerja (SPK) di Pemkot Tasikmalaya.

"Kami hari ini menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan, dugaan kasus korupsi di BPR CIJ milik Pemkab Tasikmalaya," kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Hasbullah, Kamis 22 September 2022.

Hasbullah menambahkan, setelah dilakukan penelusuran dan penyelidikan, ternyata didapati SPK yang menjadi jaminan oleh ketiga perusahaan untuk mendapatkan kredit itu ternyata fiktif.

Baca Juga: Mabar Menang Banyak, Dapat Motor? Ikuti Yamaha Generasi 125 E-Sport Competition 2022 (YGEC 2022)

"Tiga perusahaan mengajukan 48 kredit dengan jaminan SPK fiktif yang itu dengan jumlah uang Rp 5 miliar," ucap Hasbullah.

Ditambahkan Hasbullah, BPR CIJ merupakan perusahan milik daerah yang sahamnya sebagian dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank BJB.

"Maka dikategorikan uang tersebut merupakan uang negara. Sehingga uang yang keluar tersebut merupakan uang negara," ujar Hasbullah.

Halaman:

Editor: Irpan Wahab Muslim

Tags

Terkini

X