Pemeriksaan Kasus Dugaan Korupsi PIP Dilakukan Jemput Bola

- Jumat, 23 September 2022 | 11:24 WIB
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Tasikmalaya Hasbullah (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Tasikmalaya Hasbullah (Irpan Wahab Muslim/Ayotasik.com)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM - Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya kini melakukan pemeriksaan saksi-saksi dengan sistem jemput bola guna memperdalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi pemotongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2020 bagi ribuan siswa-siswi SMA/SMK sederajat di Kabupaten Tasikmalaya.

Hal ini lantaran, sebagian siswa-siswi penerima bantuan PIP pada saat itu kini telah lulus sekolah. Mereka ada yang melanjutkan kuliah, bekerja hingga merantau di luar kota.

Namun, sejauh ini Kejaksaan mengaku tidak ada kendala dalam memeriksa para saksi. Total sudah 60 orang saksi telah diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya. Mereka meliputi pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, pihak sekolah, hingga para siswa-siswi penerima bantuan PIP.

Baca Juga: Perangi Peredaran Miras, Pemkot Tasik Musnahkan Ribuan Botol

"Jadi petugas kejaksaan turun langsung ke lapangan memeriksa keterangan saksi-saksi, karena para siswa ini kini sudah menjadi alumni dan menyebar. Mereka tidak lagi berada di sekolahnya waktu itu," jelas Kasi Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Hasbullah Jumat 22 September 2022.

Dari hasil pemeriksaan pihak Kejaksaan, kata Hasbullah, sejumlah siswa yang telah diperiksa sebagai saksi mengakui jika uang bantuan yang diterimanya tidak sama dari nilai yang seharusnya ia terima. Dimana dari nilai bantuan Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000 per penerima, tergantung jenjang kelasnya, siswa kehilangan 10 hingga 20 persen.

"Jadi para siswa yang telah kami periksa akui terjadi pemotongan bantuan PIP. Tapi kami masih selidiki, siapa pemotongnya dan untuk apa pemotongannya," tambah Hasbullah.

Baca Juga: Kejari Kabupaten Tasik Selidiki Dugaan Korupsi BPR CIJ, Modus SPK Fiktif

Selain jemput bola, pemeriksaan juga tetap ada yang dilaksanakan dengan memanggil para saksi ke kantor kejaksaan. Mereka pun sebagian datang dengan tanpa paksaan. Kata Hasbullah, umumnya mereka masih koperatif dan mau menjelaskan terkait alur bantuan PIP tersebut.

Halaman:

Editor: Irpan Wahab Muslim

Tags

Terkini

X